Tidak pernah ada kisah yang benar-benar terjadi, kecuali dalam suatu masa kita berdiri di atas pusarannya. Dan kisah ini nampak begitu nyata ketika rongga dada terasa menyempit dalam hitungan hembusannya.
Dalam bayangan antara mimpi dan dunia nyata, kita akan disadarkan pada satu titik dimana kehidupan tidak senantiasa memanjakan kita pada kata "ya". Ada saatnya kita diselamatkan dari setiap himpitan, dan di saat lain seolah semua pintu tertutup, bahkan sekedar untuk menghela napas. Hidup yang indah......adalah ketika kita masih tetap bisa berdiri tegak dari setiap pukulan yang menghantam. Kekuatan! kekuatan hanya akan ada jika kita tidak mengasihani diri sendiri. Ketika kita mampu menguasai pikiran kita dari setiap rejaman rasa. Merubah kalimat-kalimat "sakit, luka, sedih, teraniaya, lelah", menjadi kalimat "senang, bahagia, kuat, hidup, dan semangat". Menggiring pikiran pada semua hal yang menyenangkan.
Ini hanya kisah.
Ketika seorang manusia bertahan hidup dalam titik terendah kemampuannya. Bahkan ketika keinginan untuknya hidup nyaris tak ada. Mencoba menelaah semua ajaran, mencari ketenangan dalam bisingnya gelegak pikiran. Kuncinya hanya menghindar dari kemarahan. Hidup adalah hidup, akan tetap berjalan pada relnya. Tak ada yang mampu mengelak dari takdir, hanya bisa mengemas nasib yang akan menjadi pilihan. Dan pilihan yang paling bijaklah yang akan membawa kita pada kehidupan yang sebenarnya. Hidup sudah memiliki formatnya.
Semoga ada yang bisa memahami arti dari sebuah kemampuan. Semoga ada yang mengerti tak ada hati yang menyesatkan, kecuali kecintaan pada diri sendiri yang jadi pemandunya. Kita akan membebaskan setiap jiwa yang menuding ke arah pandangan, selayaknya mempercayai langkah yang dilalui menggunakan kemurnian hati.
Terima kasih untuk inspirasi.
Ternyata cintamu pada diri sendiri sanggup membenamkan kehidupan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar