Ketika kau sedang menikmati secangkir kopi kesukaanmu......aku masih belum usai dari tangisku sepanjang malam. Kisah ini menjadi lembaran terpahit dalam hidupku. Sepertinya baru kemarin kunikmati secawan kasih sayangmu. Sepertinya baru kemarin aku lumat dalam sorot mata penuh kasihmu. Sepertinya baru kemarin aku bisa tertawa lega, memegang erat keyakinan atasmu. Hari ini dan berikutnya aku sendirian dalam laraku. Entah ada dimana ujung dari semua ini.....Sebulan telah berlalu, dan aku masih sama. Tanpa harapan tanpa kehidupan. Tuhan, apapun kehendakMu, beri aku kekuatan demi buah hatiku......Apapun cobaanMu, redakanlah, kembalikan aku ke dalam kehidupanku..............
Mah...aku benar-benar tak sanggup lagi....maafkan aku
Kamis, 14 April 2011
Rabu, 06 April 2011
KISAH
Tidak pernah ada kisah yang benar-benar terjadi, kecuali dalam suatu masa kita berdiri di atas pusarannya. Dan kisah ini nampak begitu nyata ketika rongga dada terasa menyempit dalam hitungan hembusannya.
Dalam bayangan antara mimpi dan dunia nyata, kita akan disadarkan pada satu titik dimana kehidupan tidak senantiasa memanjakan kita pada kata "ya". Ada saatnya kita diselamatkan dari setiap himpitan, dan di saat lain seolah semua pintu tertutup, bahkan sekedar untuk menghela napas. Hidup yang indah......adalah ketika kita masih tetap bisa berdiri tegak dari setiap pukulan yang menghantam. Kekuatan! kekuatan hanya akan ada jika kita tidak mengasihani diri sendiri. Ketika kita mampu menguasai pikiran kita dari setiap rejaman rasa. Merubah kalimat-kalimat "sakit, luka, sedih, teraniaya, lelah", menjadi kalimat "senang, bahagia, kuat, hidup, dan semangat". Menggiring pikiran pada semua hal yang menyenangkan.
Ini hanya kisah.
Ketika seorang manusia bertahan hidup dalam titik terendah kemampuannya. Bahkan ketika keinginan untuknya hidup nyaris tak ada. Mencoba menelaah semua ajaran, mencari ketenangan dalam bisingnya gelegak pikiran. Kuncinya hanya menghindar dari kemarahan. Hidup adalah hidup, akan tetap berjalan pada relnya. Tak ada yang mampu mengelak dari takdir, hanya bisa mengemas nasib yang akan menjadi pilihan. Dan pilihan yang paling bijaklah yang akan membawa kita pada kehidupan yang sebenarnya. Hidup sudah memiliki formatnya.
Semoga ada yang bisa memahami arti dari sebuah kemampuan. Semoga ada yang mengerti tak ada hati yang menyesatkan, kecuali kecintaan pada diri sendiri yang jadi pemandunya. Kita akan membebaskan setiap jiwa yang menuding ke arah pandangan, selayaknya mempercayai langkah yang dilalui menggunakan kemurnian hati.
Terima kasih untuk inspirasi.
Ternyata cintamu pada diri sendiri sanggup membenamkan kehidupan lainnya.
Dalam bayangan antara mimpi dan dunia nyata, kita akan disadarkan pada satu titik dimana kehidupan tidak senantiasa memanjakan kita pada kata "ya". Ada saatnya kita diselamatkan dari setiap himpitan, dan di saat lain seolah semua pintu tertutup, bahkan sekedar untuk menghela napas. Hidup yang indah......adalah ketika kita masih tetap bisa berdiri tegak dari setiap pukulan yang menghantam. Kekuatan! kekuatan hanya akan ada jika kita tidak mengasihani diri sendiri. Ketika kita mampu menguasai pikiran kita dari setiap rejaman rasa. Merubah kalimat-kalimat "sakit, luka, sedih, teraniaya, lelah", menjadi kalimat "senang, bahagia, kuat, hidup, dan semangat". Menggiring pikiran pada semua hal yang menyenangkan.
Ini hanya kisah.
Ketika seorang manusia bertahan hidup dalam titik terendah kemampuannya. Bahkan ketika keinginan untuknya hidup nyaris tak ada. Mencoba menelaah semua ajaran, mencari ketenangan dalam bisingnya gelegak pikiran. Kuncinya hanya menghindar dari kemarahan. Hidup adalah hidup, akan tetap berjalan pada relnya. Tak ada yang mampu mengelak dari takdir, hanya bisa mengemas nasib yang akan menjadi pilihan. Dan pilihan yang paling bijaklah yang akan membawa kita pada kehidupan yang sebenarnya. Hidup sudah memiliki formatnya.
Semoga ada yang bisa memahami arti dari sebuah kemampuan. Semoga ada yang mengerti tak ada hati yang menyesatkan, kecuali kecintaan pada diri sendiri yang jadi pemandunya. Kita akan membebaskan setiap jiwa yang menuding ke arah pandangan, selayaknya mempercayai langkah yang dilalui menggunakan kemurnian hati.
Terima kasih untuk inspirasi.
Ternyata cintamu pada diri sendiri sanggup membenamkan kehidupan lainnya.
Wortel dan Ubi Jalar Bisa Obati Kanker Payudara
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
foto: ThinkstockJakarta, Banyak bahan-bahan alami yang diklaim bisa menyembuhkan kanker, meski tidak semuanya bisa dibuktikan secara ilmiah. Wortel dan ubi jalar termasuk bahan alami yang terbukti mampu menghambat pertumbuhan kanker khususnya kanker payudara.
Kandungan wortel dan ubi jalar yang berkhasiat sebagai antikanker adalah asam retionat, yakni turunan vitamin A yang juga bermanfaat bagi kesehatan mata. Pada sel-sel kanker, senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan dan penyebarannya di jaringan payudara.
Senyawa tersebut bekerja dengan mengikat reseptor tertentu yang berperan dalam pembelahan diri sel-sel kanker. Ketika reseptor tersebut berikatan dengan asam retinoat, pertumbuhan sel kanker akan terhambat sehingga tidak akan bertambah besar.
Temuan ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Sandra Fernandez, ilmuwan dari Fox Chase baru-baru ini. Dalam penelitian tersebut, Fernandez mereaksikan asam retinoat ke beberapa kultur jaringan di laboratorium yang masing-masing mewakili tahap-tahap pertumbuhan knaker.
Kultur pertama mewakili sel normal manusia, sedangkan kultur kedua mewakili sel yang terpapar karsinogen atau pemicu kanker. Kultur ketiga berisi sel-sel yang invasif atau tumbuh secara tidak normal dan berikutnya adalah sel tumor yang sebenarnya dengan karakteristik mirip kanker payudara.
Hasil eksperimen tersebut menunjukkan, asam retinoat yang banyak terkandung dalam wortel dan ubi jalar mampu menghambat sel kanker. Namun efektivitasnya lebih terlihat pada kanker payudara stadium awal, ketika sel-selnya belum terlalu invasif atau menyebar.
"Tampaknya asam retinoat sudah tidak terlalu memberikan manfaat jika kanker payudara sudah berkembang terlalu parah," ungkap Fernandez dalam konferensi tahunan American Association for Cancer Research (AACR) pekan lalu, seperti dikutip dari Medindia (6/4/2011).
foto: ThinkstockJakarta, Banyak bahan-bahan alami yang diklaim bisa menyembuhkan kanker, meski tidak semuanya bisa dibuktikan secara ilmiah. Wortel dan ubi jalar termasuk bahan alami yang terbukti mampu menghambat pertumbuhan kanker khususnya kanker payudara.
Kandungan wortel dan ubi jalar yang berkhasiat sebagai antikanker adalah asam retionat, yakni turunan vitamin A yang juga bermanfaat bagi kesehatan mata. Pada sel-sel kanker, senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan dan penyebarannya di jaringan payudara.
Senyawa tersebut bekerja dengan mengikat reseptor tertentu yang berperan dalam pembelahan diri sel-sel kanker. Ketika reseptor tersebut berikatan dengan asam retinoat, pertumbuhan sel kanker akan terhambat sehingga tidak akan bertambah besar.
Temuan ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Sandra Fernandez, ilmuwan dari Fox Chase baru-baru ini. Dalam penelitian tersebut, Fernandez mereaksikan asam retinoat ke beberapa kultur jaringan di laboratorium yang masing-masing mewakili tahap-tahap pertumbuhan knaker.
Kultur pertama mewakili sel normal manusia, sedangkan kultur kedua mewakili sel yang terpapar karsinogen atau pemicu kanker. Kultur ketiga berisi sel-sel yang invasif atau tumbuh secara tidak normal dan berikutnya adalah sel tumor yang sebenarnya dengan karakteristik mirip kanker payudara.
Hasil eksperimen tersebut menunjukkan, asam retinoat yang banyak terkandung dalam wortel dan ubi jalar mampu menghambat sel kanker. Namun efektivitasnya lebih terlihat pada kanker payudara stadium awal, ketika sel-selnya belum terlalu invasif atau menyebar.
"Tampaknya asam retinoat sudah tidak terlalu memberikan manfaat jika kanker payudara sudah berkembang terlalu parah," ungkap Fernandez dalam konferensi tahunan American Association for Cancer Research (AACR) pekan lalu, seperti dikutip dari Medindia (6/4/2011).
Pubertas Pria Itu Tandanya di Testis Bukan Mimpi Basah
Rabu, 06/04/2011 16:12 WIB
Merry Wahyuningsih - detikHealth
(Foto: thinkstock)Jakarta, Apa tanda awal anak laki-laki mulai pubertas? Kebanyakan orang akan menjawab mimpi basah. Anggapan itu ternyata salah, karena awal pubertas laki-laki ditandai oleh pembesaran testis atau buah zakar bukan dari mimpi basah.
Pubertas adalah masa transisi antara anak dan dewasa. Pubertas tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi terjadi secara bertahap. Tanda yang paling sering ditemui adalah perubahan fisik dan psikologis.
"Orang sering menganggap bahwa awal pubertas pada anak laki-laki adalah mimpi basah, padahal bukan itu. Pubertas pada laki-laki ditandai dengan terjadinya pembesaran testis," jelas dr Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, dalam acara Talkshow Media dan Peluncuran Buku 'Panik Saat Puber? Say No!!!' di Magenta Cafe, Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/4/2011).
Lebih lanjut dr Aditya menjelaskan bahwa awal pubertas pada laki-laki ditandai dengan pembesaran testis atau buah zakar sekitar lebih dari 3 ml. Perubahan ini kemudian akan diikuti dengan pertumbuhan penis, rambut pubis (kemaluan) dan perubahan suara.
"2 tahun setelah testis membesar barulah si anak laki-laki mengalami mimpi basah. Jadi mimpi basah itu bukan tanda awal pubertas," jelas dr Aditya yang merupakan spesialis anak di RSAB Harapan Kita.
dr Aditya juga menjelaskan bahwa pada pertengahan masa pubertas akan terjadi pertumbuhan tinggi badan yang cepat.
"Seringkali terlihat awal pubertas anak perempuan lebih cepat besar, tapi setelah beberapa tahun anak laki-laki menyusul tinggi badannya," tutur dr Aditya yang mendalami masalah hormon pertumbuhan.
Yang sering menjadi masalah, banyak orangtua yang kesulitan menentukan kapan anak laki-lakinya mulai remaja. Hal ini menurut dr Aditya karena jarang orang yang memeriksa besarnya testis anak.
"Dari studi yang saya lakukan di Ciputat, Pamulang, 2 dari 215 anak laki-laki tidak punya 'telur' dan ini tidak terlacak. Ya ini karena orangtuanya tidak tahu dan tidak diperiksakan. Padahal sedari lahir, testis ini harus diperiksa apakah tumbuh secara normal dan pembesaran testis akan jadi tanda awal pubertas," jelas dr Aditya.
Secara normal, lanjut dr Aditya, anak laki-laki mengalami pubertas pada usia 9 sampai 14 tahun. Sedangkan pada anak perempuan secara normal terjadi pada rentang usia 8 hingga 13 tahun.
Tapi usia awal datangnya pubertas juga bervariasi pada masing-masing anak. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya , antara lain seperti disebutkan dr Aditya adalah:
Etnis
Keadaan sosial
Psikologis
Nutrisi
Aktivitas
Penyakit kronis
"Beberapa faktor ini juga bisa menyebabkan anak mengalami pubertas dini atau malah pubertas terlambat," kata dr Aditya.
(mer/ir)
Merry Wahyuningsih - detikHealth
(Foto: thinkstock)Jakarta, Apa tanda awal anak laki-laki mulai pubertas? Kebanyakan orang akan menjawab mimpi basah. Anggapan itu ternyata salah, karena awal pubertas laki-laki ditandai oleh pembesaran testis atau buah zakar bukan dari mimpi basah.
Pubertas adalah masa transisi antara anak dan dewasa. Pubertas tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi terjadi secara bertahap. Tanda yang paling sering ditemui adalah perubahan fisik dan psikologis.
"Orang sering menganggap bahwa awal pubertas pada anak laki-laki adalah mimpi basah, padahal bukan itu. Pubertas pada laki-laki ditandai dengan terjadinya pembesaran testis," jelas dr Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, dalam acara Talkshow Media dan Peluncuran Buku 'Panik Saat Puber? Say No!!!' di Magenta Cafe, Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/4/2011).
Lebih lanjut dr Aditya menjelaskan bahwa awal pubertas pada laki-laki ditandai dengan pembesaran testis atau buah zakar sekitar lebih dari 3 ml. Perubahan ini kemudian akan diikuti dengan pertumbuhan penis, rambut pubis (kemaluan) dan perubahan suara.
"2 tahun setelah testis membesar barulah si anak laki-laki mengalami mimpi basah. Jadi mimpi basah itu bukan tanda awal pubertas," jelas dr Aditya yang merupakan spesialis anak di RSAB Harapan Kita.
dr Aditya juga menjelaskan bahwa pada pertengahan masa pubertas akan terjadi pertumbuhan tinggi badan yang cepat.
"Seringkali terlihat awal pubertas anak perempuan lebih cepat besar, tapi setelah beberapa tahun anak laki-laki menyusul tinggi badannya," tutur dr Aditya yang mendalami masalah hormon pertumbuhan.
Yang sering menjadi masalah, banyak orangtua yang kesulitan menentukan kapan anak laki-lakinya mulai remaja. Hal ini menurut dr Aditya karena jarang orang yang memeriksa besarnya testis anak.
"Dari studi yang saya lakukan di Ciputat, Pamulang, 2 dari 215 anak laki-laki tidak punya 'telur' dan ini tidak terlacak. Ya ini karena orangtuanya tidak tahu dan tidak diperiksakan. Padahal sedari lahir, testis ini harus diperiksa apakah tumbuh secara normal dan pembesaran testis akan jadi tanda awal pubertas," jelas dr Aditya.
Secara normal, lanjut dr Aditya, anak laki-laki mengalami pubertas pada usia 9 sampai 14 tahun. Sedangkan pada anak perempuan secara normal terjadi pada rentang usia 8 hingga 13 tahun.
Tapi usia awal datangnya pubertas juga bervariasi pada masing-masing anak. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya , antara lain seperti disebutkan dr Aditya adalah:
Etnis
Keadaan sosial
Psikologis
Nutrisi
Aktivitas
Penyakit kronis
"Beberapa faktor ini juga bisa menyebabkan anak mengalami pubertas dini atau malah pubertas terlambat," kata dr Aditya.
(mer/ir)
Selasa, 05 April 2011
1 Obat Tradisional Tidak Mungkin Mengobati Semua Penyakit
(Foto: thinkstock)Jakarta, Terkadang iklan untuk pengobatan tradisional menuturkan bisa mengobati berbagai macam penyakit hanya menggunakan satu obat. Tapi sebaiknya masyarakat berhati-hati.
"Tidak ada satu zat X yang bisa mengobati penyakit dari A-Z," ujar dr Rahmad selaku anggota Ikatan Naturopatis Indonesia (IKNI) dalam acara klinik KBR68H dengan tema 'Menyejajarkan Pengobatan Tradisional Cina dengan Pengobatan Modern' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (5/4/2011).
dr Rahmad menuturkan tidak mungkin satu obat bisa mengobati berbagai macam penyakit, tapi kalau dijadikan sebagai campuran mungkin bisa asalkan zat tersebut memiliki sifat netral.
dr Rahmad juga menyarankan agar masyarakat memilih obat yang masih berada dalam bentuk alamiahnya, misalnya masih berbentuk temulawak atau kumis kucing. Hal ini karena kalau obat sudah dalam bentuk kapsul, masyarakat tidak bisa tahu apa isi dari obat tersebut.
dr Rahmad menambahkan saat ini dokter tradisional China yang berkualitas dan sudah menyelesaikan studinya masih terbatas. Untuk itu jika masyarakat ingin berobat dengan pengobatan China harus caritahu terlebih dahulu apa latar belakang pendidikan orang tersebut.
"Karena ada orang yang baru belajar beberapa bulan, hanya ikut kursus saja, belajar dengan teman atau belajar dari orangtuanya tapi sudah buka praktek sendiri," ujar dr Rahmad yang berpraktek di daerah Pasar Baru ini.
Pengobatan tradisional China ini paling banyak untuk mengobati penyakit yang sudah lama diderita tapi tidak sembuh-sembuh, misalnya sakit kepala yang sudah dialami berbulan-bulan.
Untuk itu dr Rahmad memberikan beberapa tips bagi masyarakat jika ingin menggunakan pengobatan tradisional China yaitu:
Jika baru pertama kali datang, cobalah untuk tanya dan duduk dulu. Kalau baru pertama kali datang sudah dikasih obat seabrek dengan harga selangit maka tentu saja tidak masuk akal.
Tanyakan informasi mengenai dokter tersebut, seperti belajar dimana dan berapa lama. Pasien yang datang berobat akan membayar biaya konsultasi, jadi manfaatkan waktu konsultasi untuk mengetahui latar belakang pendidikan dokter tersebut.
Bedakan dari auranya, jika praktisi tersebut memberikan pengobatan yang sama untuk semua penyakit maka hal ini sudah tidak masuk akal.
Pilihlah pengobatan yang masih menggunakan bahan alami dan bukan obat yang sudah dalam bentuk kapsul.
"Tidak ada satu zat X yang bisa mengobati penyakit dari A-Z," ujar dr Rahmad selaku anggota Ikatan Naturopatis Indonesia (IKNI) dalam acara klinik KBR68H dengan tema 'Menyejajarkan Pengobatan Tradisional Cina dengan Pengobatan Modern' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (5/4/2011).
dr Rahmad menuturkan tidak mungkin satu obat bisa mengobati berbagai macam penyakit, tapi kalau dijadikan sebagai campuran mungkin bisa asalkan zat tersebut memiliki sifat netral.
dr Rahmad juga menyarankan agar masyarakat memilih obat yang masih berada dalam bentuk alamiahnya, misalnya masih berbentuk temulawak atau kumis kucing. Hal ini karena kalau obat sudah dalam bentuk kapsul, masyarakat tidak bisa tahu apa isi dari obat tersebut.
dr Rahmad menambahkan saat ini dokter tradisional China yang berkualitas dan sudah menyelesaikan studinya masih terbatas. Untuk itu jika masyarakat ingin berobat dengan pengobatan China harus caritahu terlebih dahulu apa latar belakang pendidikan orang tersebut.
"Karena ada orang yang baru belajar beberapa bulan, hanya ikut kursus saja, belajar dengan teman atau belajar dari orangtuanya tapi sudah buka praktek sendiri," ujar dr Rahmad yang berpraktek di daerah Pasar Baru ini.
Pengobatan tradisional China ini paling banyak untuk mengobati penyakit yang sudah lama diderita tapi tidak sembuh-sembuh, misalnya sakit kepala yang sudah dialami berbulan-bulan.
Untuk itu dr Rahmad memberikan beberapa tips bagi masyarakat jika ingin menggunakan pengobatan tradisional China yaitu:
Jika baru pertama kali datang, cobalah untuk tanya dan duduk dulu. Kalau baru pertama kali datang sudah dikasih obat seabrek dengan harga selangit maka tentu saja tidak masuk akal.
Tanyakan informasi mengenai dokter tersebut, seperti belajar dimana dan berapa lama. Pasien yang datang berobat akan membayar biaya konsultasi, jadi manfaatkan waktu konsultasi untuk mengetahui latar belakang pendidikan dokter tersebut.
Bedakan dari auranya, jika praktisi tersebut memberikan pengobatan yang sama untuk semua penyakit maka hal ini sudah tidak masuk akal.
Pilihlah pengobatan yang masih menggunakan bahan alami dan bukan obat yang sudah dalam bentuk kapsul.
Alasan Orang Melakukan Masturbasi
foto: ThinkstockJakarta, Meski tak sedikit yang menentang dengan alasan menyalahi kodrat, masturbasi tetap banyak dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Ada banyak alasan yang mendasarinya, mulai dari tidak punya pasangan hingga sekedar mengisi waktu luang.
Menurut survei yang dilakukan National Health Laboratory Service (NHLS) pada tahun 1994, lebih dari 90 persen laki-laki dan sekitar 65-89 persen perempuan pernah masturbasi minimal 1 kali seumur hidupnya. Kelompok usia 25-54 tahun lebih banyak melakukannya dibandingkan usia 18-24 tahun.
Tidak semua menganggap masturbasi sebagai kebutuhan yang rutin harus dipenuhi, beberapa hanya melakukannya sekali waktu karena terpaksa. Terbukti dari seluruh responden yang disurvei, hanya 60 persen laki-laki dan 40 persen perempuan yang pernah masturbasi dalam setahun terakhir.
Selain itu, masturbasi juga tidak melulu dilakukan laki-laki atau perempuan lajang yang belum punya pasangan. Survei tersebut mengungkap, 85 persen laki-laki menikah dan 45 persen perempuan menikah juga pernah melakukan masturbasi dalam setahun terakhir.
Jika bukan karena masih lajang atau karena kecanduan, tentu ada alasan lain yang mendasari orang melakukan masturbasi. Beberapa alasan yang terungkap dalam survei tersebut adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Houghton.edu, Selasa (5/4/2011).
Alasan Laki-laki Perempuan
Agar merasa lebih rileks 26 % 32 %
Untuk menyalurkan hasrat seks dalam kondisi darurat 73 % 63 %
Butuh penyaluran hasrat seks tapi tidak punya pasangan 32 % 32 %
Pasangan sedang berhalangan atau tidak mood untuk bercinta 16 % 6 %
Bosan karena tidak ada kegiatan 11 % 5 %
Untuk mendapatkan kepuasan fisik 40 % 42 %
Karena tidak bisa tidur 16 % 12 %
Takut tertular HIV atau penyakit kelamin 5 % 5 %
Sementara itu, sebagian orang juga punya alasan untuk sama sekali tidak melakukan masturbasi. Selain karena menganggap masturbasi menyimpang dari norma tertentu yang diyakininya, sebagian orang juga terpengaruh mitos misalnya bahwa masturbasi bisa menyebabkan tangannya berbulu.
Alasan tersebut cukup masuk akal, karena sebagian orang yang pernah melakukan masturbasi akhirnya malah dibayangi perasaan bersalah. Perasaan bersalah setelah melakukan masturbasi dialami oleh sekitar 54 persen laki-laki dan 46,8 persen perempuan.
Menurut survei yang dilakukan National Health Laboratory Service (NHLS) pada tahun 1994, lebih dari 90 persen laki-laki dan sekitar 65-89 persen perempuan pernah masturbasi minimal 1 kali seumur hidupnya. Kelompok usia 25-54 tahun lebih banyak melakukannya dibandingkan usia 18-24 tahun.
Tidak semua menganggap masturbasi sebagai kebutuhan yang rutin harus dipenuhi, beberapa hanya melakukannya sekali waktu karena terpaksa. Terbukti dari seluruh responden yang disurvei, hanya 60 persen laki-laki dan 40 persen perempuan yang pernah masturbasi dalam setahun terakhir.
Selain itu, masturbasi juga tidak melulu dilakukan laki-laki atau perempuan lajang yang belum punya pasangan. Survei tersebut mengungkap, 85 persen laki-laki menikah dan 45 persen perempuan menikah juga pernah melakukan masturbasi dalam setahun terakhir.
Jika bukan karena masih lajang atau karena kecanduan, tentu ada alasan lain yang mendasari orang melakukan masturbasi. Beberapa alasan yang terungkap dalam survei tersebut adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Houghton.edu, Selasa (5/4/2011).
Alasan Laki-laki Perempuan
Agar merasa lebih rileks 26 % 32 %
Untuk menyalurkan hasrat seks dalam kondisi darurat 73 % 63 %
Butuh penyaluran hasrat seks tapi tidak punya pasangan 32 % 32 %
Pasangan sedang berhalangan atau tidak mood untuk bercinta 16 % 6 %
Bosan karena tidak ada kegiatan 11 % 5 %
Untuk mendapatkan kepuasan fisik 40 % 42 %
Karena tidak bisa tidur 16 % 12 %
Takut tertular HIV atau penyakit kelamin 5 % 5 %
Sementara itu, sebagian orang juga punya alasan untuk sama sekali tidak melakukan masturbasi. Selain karena menganggap masturbasi menyimpang dari norma tertentu yang diyakininya, sebagian orang juga terpengaruh mitos misalnya bahwa masturbasi bisa menyebabkan tangannya berbulu.
Alasan tersebut cukup masuk akal, karena sebagian orang yang pernah melakukan masturbasi akhirnya malah dibayangi perasaan bersalah. Perasaan bersalah setelah melakukan masturbasi dialami oleh sekitar 54 persen laki-laki dan 46,8 persen perempuan.
Senin, 04 April 2011
Jumat, 01 April 2011
Mana Lebih Jorok, Keran Otomatis atau Keran Manual?
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
foto: ThinkstockBaltimore, Maryland, Di banyak tempat umum seperti mal, hotel, restoran banyak ditemui keran otomatis yang airnya langsung keluar ketika tangan ada di bawah keran sehingga tak perlu lagi memutar keran. Benarkah keran otomatis lebih bersih ketimbang keran manual?
Karena tidak bersentuhan dengan tangan, keran otomatis yang mengucurkan air dengan bantuan sensor gerak dianggap lebih steril dari kuman. Namun penelitian membuktikan, keran otomatis justru 3 kali lebih jorok dibandingkan keran biasa.
Tim ahli dari Johns Hopkins Hospital di Baltimore, Inggris mengungkap hal itu setelah meneliti keran air yang dipakai di rumah sakit tersebut. Beberapa bangunan baru sudah memakai keran otomatis, sementara bangunan lama masih memakai keran manual yang harus diputar dengan tangan.
Dari hasil pengamatan tim ahli, bakteri Legionella ditemukan pada 50 persen keran manual yang dipakai di rumah sakit tersebut. Sementara di bangunan lama, bakteri penyebab Legionaire disesae tersebut hanya ditemukan pada 15 persen keran manual.
"Teknologi terbaru tidak selalu berarti lebih bagus jika sudah berurusan dengan pengendalian infeksi di rumah sakit," ungkap Dr Lisa Maragakis, pakar infeksi di Johns Hopkins Hospital seperti dikutip dari Latimes, Jumat (1/4/2011).
Dengan mempertimbangkan temuan tersebut, Dr Maragakis merekomendasikan agar bangunan baru yang akan dibangun tahun 2012 dipasangi keran manual saja. Terbukti meski sering bersentuhan dengan tangan, keran yang tampak kuno itu lebih sedikit mengandung bakteri asal sering dibersihkan.
Dr Maragakis menduga, keran otomatis lebih disukai bakteri karena memiliki sistem yang lebih rumit sehingga justru membuatnya sulit dibersihkan. Meski tidak terkontaminasi bakteri dari tangan, kontaminasi bakteri bisa datang dari lingkungan maupun air itu sendiri.
Keran otomatis yang dimaksud adalah keran yang tidak perlu diputar dengan tangan agar bisa mengucurkan air. Cukup dengan meletakkan tangan di bawah pancurannya, maka sensor gerak akan mengaktifkan keran sehingga air akan mengucur dengan sendirinya.
Jenis keran ini sangat disukai karena tidak bersentuhan langsung dengan tangan sehingga dinilai mengurangi risiko penularan kuman. Selain itu, konsumsi air dengan keran otomatis realtif lebih hemat karena akan menutup dengan sendirinya jika tidak ada tangan di bawah pancurannya.
foto: ThinkstockBaltimore, Maryland, Di banyak tempat umum seperti mal, hotel, restoran banyak ditemui keran otomatis yang airnya langsung keluar ketika tangan ada di bawah keran sehingga tak perlu lagi memutar keran. Benarkah keran otomatis lebih bersih ketimbang keran manual?
Karena tidak bersentuhan dengan tangan, keran otomatis yang mengucurkan air dengan bantuan sensor gerak dianggap lebih steril dari kuman. Namun penelitian membuktikan, keran otomatis justru 3 kali lebih jorok dibandingkan keran biasa.
Tim ahli dari Johns Hopkins Hospital di Baltimore, Inggris mengungkap hal itu setelah meneliti keran air yang dipakai di rumah sakit tersebut. Beberapa bangunan baru sudah memakai keran otomatis, sementara bangunan lama masih memakai keran manual yang harus diputar dengan tangan.
Dari hasil pengamatan tim ahli, bakteri Legionella ditemukan pada 50 persen keran manual yang dipakai di rumah sakit tersebut. Sementara di bangunan lama, bakteri penyebab Legionaire disesae tersebut hanya ditemukan pada 15 persen keran manual.
"Teknologi terbaru tidak selalu berarti lebih bagus jika sudah berurusan dengan pengendalian infeksi di rumah sakit," ungkap Dr Lisa Maragakis, pakar infeksi di Johns Hopkins Hospital seperti dikutip dari Latimes, Jumat (1/4/2011).
Dengan mempertimbangkan temuan tersebut, Dr Maragakis merekomendasikan agar bangunan baru yang akan dibangun tahun 2012 dipasangi keran manual saja. Terbukti meski sering bersentuhan dengan tangan, keran yang tampak kuno itu lebih sedikit mengandung bakteri asal sering dibersihkan.
Dr Maragakis menduga, keran otomatis lebih disukai bakteri karena memiliki sistem yang lebih rumit sehingga justru membuatnya sulit dibersihkan. Meski tidak terkontaminasi bakteri dari tangan, kontaminasi bakteri bisa datang dari lingkungan maupun air itu sendiri.
Keran otomatis yang dimaksud adalah keran yang tidak perlu diputar dengan tangan agar bisa mengucurkan air. Cukup dengan meletakkan tangan di bawah pancurannya, maka sensor gerak akan mengaktifkan keran sehingga air akan mengucur dengan sendirinya.
Jenis keran ini sangat disukai karena tidak bersentuhan langsung dengan tangan sehingga dinilai mengurangi risiko penularan kuman. Selain itu, konsumsi air dengan keran otomatis realtif lebih hemat karena akan menutup dengan sendirinya jika tidak ada tangan di bawah pancurannya.
Beda Masturbasi pada Laki-laki dan Perempuan
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
foto: Thinkstock
Perbedaan itu terungkap dalam sebuah riset yang dilakukan oleh 2 ilmuwan Amerika Serikat, William H Masters dan Virginia E Johnson pada tahun 1987. Dalam riset tersebut, kedua peneliti membandingkan metode yang dipakai oleh laki-laki dan perempuan saat melakukan masturbasi.
Teknik Pria
Untuk mencapai orgasme secara mandiri, sebagian besar laki-laki menggunakan salah satu tangannya untuk mengasilkan rangsang seksual. Sisanya menggunakan teknik lain, yakni sebagai berikut:
- Stimulasi penis dengan tangan (82 persen)
- Menggesek-gesekkan penis pada bantal (13 persen)
- Memasukkan penis pada suatu obyek (3 persen)
- Menggunakan boneka atau vagina buatan (1 persen)
- Lain-lain (1 persen).
Sama seperti laki-laki, sebagian besar perempuan juga menggunakan tangan untuk menghasilkan rangsang seksual. Bedanya ada pada teknik lain yang digunakan, yang lebih bervariasi dibandingkan laki-laki yakni sebagai berikut:
- Menggunakan stimulasi tangan pada vagina dan klitoris (48 persen)
- Stimulasi dengan vibrator (26 persen)
- Memasukkan jari atau obyek lain ke dalam vagina (10 persen)
- Menggesek-gesekkan vagina pada suatu obyek (6 persen)
- Meremas-remas paha dan bokong (4 persen)
- Menyemprotkan air ke vagina (4 persen)
- Lain-lain (2 persen).
Perbedaan lain terletak pada fantasi yang dibayangkan laki-laki dan perempuan saat melakukan masturbasi. Meski ada kesamaan pada jenis fantasi yang paling populer dan yang paling jarang dibayangkan, namun persentase masing-masing fantasi berbeda pada kedua jenis kelamin.
Fantasi Pria
Fantasi yang paling banyak dibayangkan laki-laki saat melakukan masturbasi adalah sebagai berikut:
- Fantasi erotik dengan sembarang perempuan (86 persen)
- Fantasi hubungan intim dengan sembarang perempuan (71 persen)
- Membayangkan adegan erotik dengan orang yang berbeda-beda (49 persen)
- Mengingat-ingat adegan-adegan seksual dalam film erotik (28 persen)
- Mengingat-ingat gambar-gambar erotik dalam buku atau majalah (50 persen)
- Mengingat-ingat teman perempuan atau rekan kerja yang seksi (25 persen).
Fantasi yang paling banyak dibayangkan perempuan saat melakukan masturbasi:
- Fantasi erotik dengan sembarang laki-laki (63 persen)
- Fantasi hubungan intim dengan sembarang laki-laki (51 persen)
- Membayangkan adegan erotik dengan orang yang berbeda-beda (31 persen)
- Mengingat-ingat adegan-adegan seksual dalam film erotik (20 persen)
- Mengingat-ingat gambar-gambar erotik dalam buku atau majalah (25 persen)
- Mengingat-ingat teman atau rekan kerja yang tampan (15 persen).
Mumi Janin Berdiam di Perut Wanita Selama 30 Tahun
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Seorang perempuan berusia 59 tahun dari Republik Dominika telah menderita sakit perut yang parah selama beberapa dekade, tapi saat itu tidak ada yang tahu apa penyebab pastinya.
Setelah melakukan pemeriksaan X-ray ternyata diketahui bahwa tanpa sadar perempuan tersebut memiliki janin yang sudah mati dan membatu di dalam perutnya selama paling sedikit 30 tahun. Sisa-sisa mumi janin tersebut dikeluarkan dan diketahui memiliki berat 1,686 kg. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pejabat kesehatan Dominika.
"Perempuan tersebut mengungkapkan bahwa pengalamannya selama sakit panjang ini tidak pernah mendapat perhatian medis yang memadai," ujar Miladys Roman, kepala dokter kandungan dari Luis Eduardo Aybar Hospital di Santo Domingo, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (1/4/2011).
Tapi minggu ini ia datang ke rumah sakit umum dengan keluhan rasa sakit yang hebat di daerah perutnya dan saat itulah diketahui ia memiliki janin yang membatu atau anak batu yang kemungkinan berasal dari usia kehamilan 3-5 bulan.
Perempuan tersebut mengaku terkejut dengan apa yang ditemukan dokter dalam perutnya. Ia mengaku kaget saat diberitahu mengalami kehamilan yang begitu lama dan ia tidak pernah menyadari bahwa perutnya membesar.
Sepuluh tahun sebelumnya di Meksiko ditemukan perempuan 86 tahun yang dirawat di rumah sakit karena memiliki keluhan pencernaan, ternyata diketahui mengandung mumi janin dalam perutnya selama kurang lebih 60 tahun. Selain itu pada tahun 1996 dokter juga menemukan janin yang sudah mati di dalam perut perempuan Brazil selama 15 tahun.
Mumi janin atau janin yang membatu ini memang jarang terjadi, tapi beberapa kasus ditemukan oleh dokter. Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan Lithopedion yang telah dikenal sejak tahun 1557.
Dalam laporan yang dimuat Illinois Medical Journal diketahui bahwa lithopedion adalah janin batu yang dihasilkan dari kehamilan usia 3-4 bulan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kehamilan ektopikatau hamil di luar rahim.
Pada kehamilan ektopik janin akan melekat di saluran telur dan kemudian tumbuh yang menyebakan beberapa bagian jatuh ke dalam rongga perut. Secara bertahap janin di dalam rongga perut ini akan mengalami pengerasan.
Langganan:
Komentar (Atom)