Kamis, 14 April 2011

Cerita Pagi

Ketika kau sedang menikmati secangkir kopi kesukaanmu......aku masih belum usai dari tangisku sepanjang malam.  Kisah ini menjadi lembaran terpahit dalam hidupku.  Sepertinya baru kemarin kunikmati secawan kasih sayangmu.  Sepertinya baru kemarin aku lumat dalam sorot mata penuh kasihmu.  Sepertinya baru kemarin aku bisa tertawa lega, memegang erat keyakinan atasmu.  Hari ini dan berikutnya aku sendirian dalam laraku.  Entah ada dimana ujung dari semua ini.....Sebulan telah berlalu, dan aku masih sama.  Tanpa harapan tanpa kehidupan.  Tuhan, apapun kehendakMu, beri aku kekuatan demi buah hatiku......Apapun cobaanMu, redakanlah, kembalikan aku ke dalam kehidupanku..............
Mah...aku benar-benar tak sanggup lagi....maafkan aku

Rabu, 06 April 2011

KISAH

Tidak pernah ada kisah yang benar-benar terjadi, kecuali dalam suatu masa kita berdiri di atas pusarannya. Dan kisah ini nampak begitu nyata ketika rongga dada terasa menyempit dalam hitungan hembusannya.

Dalam bayangan antara mimpi dan dunia nyata, kita akan disadarkan pada satu titik dimana kehidupan tidak senantiasa memanjakan kita pada kata "ya". Ada saatnya kita diselamatkan dari setiap himpitan, dan di saat lain seolah semua pintu tertutup, bahkan sekedar untuk menghela napas. Hidup yang indah......adalah ketika kita masih tetap bisa berdiri tegak dari setiap pukulan yang menghantam. Kekuatan! kekuatan hanya akan ada jika kita tidak mengasihani diri sendiri. Ketika kita mampu menguasai pikiran kita dari setiap rejaman rasa. Merubah kalimat-kalimat "sakit, luka, sedih, teraniaya, lelah", menjadi kalimat "senang, bahagia, kuat, hidup, dan semangat". Menggiring pikiran pada semua hal yang menyenangkan.

Ini hanya kisah.
Ketika seorang manusia bertahan hidup dalam titik terendah kemampuannya. Bahkan ketika keinginan untuknya hidup nyaris tak ada. Mencoba menelaah semua ajaran, mencari ketenangan dalam bisingnya gelegak pikiran. Kuncinya hanya menghindar dari kemarahan. Hidup adalah hidup, akan tetap berjalan pada relnya. Tak ada yang mampu mengelak dari takdir, hanya bisa mengemas nasib yang akan menjadi pilihan. Dan pilihan yang paling bijaklah yang akan membawa kita pada kehidupan yang sebenarnya. Hidup sudah memiliki formatnya.

Semoga ada yang bisa memahami arti dari sebuah kemampuan. Semoga ada yang mengerti tak ada hati yang menyesatkan, kecuali kecintaan pada diri sendiri yang jadi pemandunya. Kita akan membebaskan setiap jiwa yang menuding ke arah pandangan, selayaknya mempercayai langkah yang dilalui menggunakan kemurnian hati.

Terima kasih untuk inspirasi.
Ternyata cintamu pada diri sendiri sanggup membenamkan kehidupan lainnya.

Wortel dan Ubi Jalar Bisa Obati Kanker Payudara

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth





foto: ThinkstockJakarta, Banyak bahan-bahan alami yang diklaim bisa menyembuhkan kanker, meski tidak semuanya bisa dibuktikan secara ilmiah. Wortel dan ubi jalar termasuk bahan alami yang terbukti mampu menghambat pertumbuhan kanker khususnya kanker payudara.

Kandungan wortel dan ubi jalar yang berkhasiat sebagai antikanker adalah asam retionat, yakni turunan vitamin A yang juga bermanfaat bagi kesehatan mata. Pada sel-sel kanker, senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan dan penyebarannya di jaringan payudara.

Senyawa tersebut bekerja dengan mengikat reseptor tertentu yang berperan dalam pembelahan diri sel-sel kanker. Ketika reseptor tersebut berikatan dengan asam retinoat, pertumbuhan sel kanker akan terhambat sehingga tidak akan bertambah besar.

Temuan ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Sandra Fernandez, ilmuwan dari Fox Chase baru-baru ini. Dalam penelitian tersebut, Fernandez mereaksikan asam retinoat ke beberapa kultur jaringan di laboratorium yang masing-masing mewakili tahap-tahap pertumbuhan knaker.

Kultur pertama mewakili sel normal manusia, sedangkan kultur kedua mewakili sel yang terpapar karsinogen atau pemicu kanker. Kultur ketiga berisi sel-sel yang invasif atau tumbuh secara tidak normal dan berikutnya adalah sel tumor yang sebenarnya dengan karakteristik mirip kanker payudara.

Hasil eksperimen tersebut menunjukkan, asam retinoat yang banyak terkandung dalam wortel dan ubi jalar mampu menghambat sel kanker. Namun efektivitasnya lebih terlihat pada kanker payudara stadium awal, ketika sel-selnya belum terlalu invasif atau menyebar.

"Tampaknya asam retinoat sudah tidak terlalu memberikan manfaat jika kanker payudara sudah berkembang terlalu parah," ungkap Fernandez dalam konferensi tahunan American Association for Cancer Research (AACR) pekan lalu, seperti dikutip dari Medindia (6/4/2011).

Pubertas Pria Itu Tandanya di Testis Bukan Mimpi Basah

Rabu, 06/04/2011 16:12 WIB

Merry Wahyuningsih - detikHealth





(Foto: thinkstock)Jakarta, Apa tanda awal anak laki-laki mulai pubertas? Kebanyakan orang akan menjawab mimpi basah. Anggapan itu ternyata salah, karena awal pubertas laki-laki ditandai oleh pembesaran testis atau buah zakar bukan dari mimpi basah.

Pubertas adalah masa transisi antara anak dan dewasa. Pubertas tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi terjadi secara bertahap. Tanda yang paling sering ditemui adalah perubahan fisik dan psikologis.

"Orang sering menganggap bahwa awal pubertas pada anak laki-laki adalah mimpi basah, padahal bukan itu. Pubertas pada laki-laki ditandai dengan terjadinya pembesaran testis," jelas dr Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, dalam acara Talkshow Media dan Peluncuran Buku 'Panik Saat Puber? Say No!!!' di Magenta Cafe, Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/4/2011).

Lebih lanjut dr Aditya menjelaskan bahwa awal pubertas pada laki-laki ditandai dengan pembesaran testis atau buah zakar sekitar lebih dari 3 ml. Perubahan ini kemudian akan diikuti dengan pertumbuhan penis, rambut pubis (kemaluan) dan perubahan suara.

"2 tahun setelah testis membesar barulah si anak laki-laki mengalami mimpi basah. Jadi mimpi basah itu bukan tanda awal pubertas," jelas dr Aditya yang merupakan spesialis anak di RSAB Harapan Kita.

dr Aditya juga menjelaskan bahwa pada pertengahan masa pubertas akan terjadi pertumbuhan tinggi badan yang cepat.

"Seringkali terlihat awal pubertas anak perempuan lebih cepat besar, tapi setelah beberapa tahun anak laki-laki menyusul tinggi badannya," tutur dr Aditya yang mendalami masalah hormon pertumbuhan.

Yang sering menjadi masalah, banyak orangtua yang kesulitan menentukan kapan anak laki-lakinya mulai remaja. Hal ini menurut dr Aditya karena jarang orang yang memeriksa besarnya testis anak.

"Dari studi yang saya lakukan di Ciputat, Pamulang, 2 dari 215 anak laki-laki tidak punya 'telur' dan ini tidak terlacak. Ya ini karena orangtuanya tidak tahu dan tidak diperiksakan. Padahal sedari lahir, testis ini harus diperiksa apakah tumbuh secara normal dan pembesaran testis akan jadi tanda awal pubertas," jelas dr Aditya.

Secara normal, lanjut dr Aditya, anak laki-laki mengalami pubertas pada usia 9 sampai 14 tahun. Sedangkan pada anak perempuan secara normal terjadi pada rentang usia 8 hingga 13 tahun.

Tapi usia awal datangnya pubertas juga bervariasi pada masing-masing anak. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya , antara lain seperti disebutkan dr Aditya adalah:
Etnis
Keadaan sosial
Psikologis
Nutrisi
Aktivitas
Penyakit kronis

"Beberapa faktor ini juga bisa menyebabkan anak mengalami pubertas dini atau malah pubertas terlambat," kata dr Aditya.





(mer/ir)

Selasa, 05 April 2011

Mobil Ketua FPI Sumut Dirusak Massa | Suara Pembaruan

Mobil Ketua FPI Sumut Dirusak Massa | Suara Pembaruan

1 Obat Tradisional Tidak Mungkin Mengobati Semua Penyakit

(Foto: thinkstock)Jakarta, Terkadang iklan untuk pengobatan tradisional menuturkan bisa mengobati berbagai macam penyakit hanya menggunakan satu obat. Tapi sebaiknya masyarakat berhati-hati.

"Tidak ada satu zat X yang bisa mengobati penyakit dari A-Z," ujar dr Rahmad selaku anggota Ikatan Naturopatis Indonesia (IKNI) dalam acara klinik KBR68H dengan tema 'Menyejajarkan Pengobatan Tradisional Cina dengan Pengobatan Modern' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (5/4/2011).

dr Rahmad menuturkan tidak mungkin satu obat bisa mengobati berbagai macam penyakit, tapi kalau dijadikan sebagai campuran mungkin bisa asalkan zat tersebut memiliki sifat netral.

dr Rahmad juga menyarankan agar masyarakat memilih obat yang masih berada dalam bentuk alamiahnya, misalnya masih berbentuk temulawak atau kumis kucing. Hal ini karena kalau obat sudah dalam bentuk kapsul, masyarakat tidak bisa tahu apa isi dari obat tersebut.

dr Rahmad menambahkan saat ini dokter tradisional China yang berkualitas dan sudah menyelesaikan studinya masih terbatas. Untuk itu jika masyarakat ingin berobat dengan pengobatan China harus caritahu terlebih dahulu apa latar belakang pendidikan orang tersebut.

"Karena ada orang yang baru belajar beberapa bulan, hanya ikut kursus saja, belajar dengan teman atau belajar dari orangtuanya tapi sudah buka praktek sendiri," ujar dr Rahmad yang berpraktek di daerah Pasar Baru ini.

Pengobatan tradisional China ini paling banyak untuk mengobati penyakit yang sudah lama diderita tapi tidak sembuh-sembuh, misalnya sakit kepala yang sudah dialami berbulan-bulan.

Untuk itu dr Rahmad memberikan beberapa tips bagi masyarakat jika ingin menggunakan pengobatan tradisional China yaitu:


Jika baru pertama kali datang, cobalah untuk tanya dan duduk dulu. Kalau baru pertama kali datang sudah dikasih obat seabrek dengan harga selangit maka tentu saja tidak masuk akal.
Tanyakan informasi mengenai dokter tersebut, seperti belajar dimana dan berapa lama. Pasien yang datang berobat akan membayar biaya konsultasi, jadi manfaatkan waktu konsultasi untuk mengetahui latar belakang pendidikan dokter tersebut.
Bedakan dari auranya, jika praktisi tersebut memberikan pengobatan yang sama untuk semua penyakit maka hal ini sudah tidak masuk akal.
Pilihlah pengobatan yang masih menggunakan bahan alami dan bukan obat yang sudah dalam bentuk kapsul.

Alasan Orang Melakukan Masturbasi

foto: ThinkstockJakarta, Meski tak sedikit yang menentang dengan alasan menyalahi kodrat, masturbasi tetap banyak dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Ada banyak alasan yang mendasarinya, mulai dari tidak punya pasangan hingga sekedar mengisi waktu luang.

Menurut survei yang dilakukan National Health Laboratory Service (NHLS) pada tahun 1994, lebih dari 90 persen laki-laki dan sekitar 65-89 persen perempuan pernah masturbasi minimal 1 kali seumur hidupnya. Kelompok usia 25-54 tahun lebih banyak melakukannya dibandingkan usia 18-24 tahun.

Tidak semua menganggap masturbasi sebagai kebutuhan yang rutin harus dipenuhi, beberapa hanya melakukannya sekali waktu karena terpaksa. Terbukti dari seluruh responden yang disurvei, hanya 60 persen laki-laki dan 40 persen perempuan yang pernah masturbasi dalam setahun terakhir.

Selain itu, masturbasi juga tidak melulu dilakukan laki-laki atau perempuan lajang yang belum punya pasangan. Survei tersebut mengungkap, 85 persen laki-laki menikah dan 45 persen perempuan menikah juga pernah melakukan masturbasi dalam setahun terakhir.

Jika bukan karena masih lajang atau karena kecanduan, tentu ada alasan lain yang mendasari orang melakukan masturbasi. Beberapa alasan yang terungkap dalam survei tersebut adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Houghton.edu, Selasa (5/4/2011).


Alasan Laki-laki Perempuan
Agar merasa lebih rileks 26 % 32 %
Untuk menyalurkan hasrat seks dalam kondisi darurat 73 % 63 %
Butuh penyaluran hasrat seks tapi tidak punya pasangan 32 % 32 %
Pasangan sedang berhalangan atau tidak mood untuk bercinta 16 % 6 %
Bosan karena tidak ada kegiatan 11 % 5 %
Untuk mendapatkan kepuasan fisik 40 % 42 %
Karena tidak bisa tidur 16 % 12 %
Takut tertular HIV atau penyakit kelamin 5 % 5 %

Sementara itu, sebagian orang juga punya alasan untuk sama sekali tidak melakukan masturbasi. Selain karena menganggap masturbasi menyimpang dari norma tertentu yang diyakininya, sebagian orang juga terpengaruh mitos misalnya bahwa masturbasi bisa menyebabkan tangannya berbulu.

Alasan tersebut cukup masuk akal, karena sebagian orang yang pernah melakukan masturbasi akhirnya malah dibayangi perasaan bersalah. Perasaan bersalah setelah melakukan masturbasi dialami oleh sekitar 54 persen laki-laki dan 46,8 persen perempuan.