Rabu, 30 Maret 2011

Penolakan Bisa Membuat Orang Benar-benar Sakit


Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
New York, Ditolak itu memang tidak enak. Sehalus apa pun penolakan itu disampaikan tetap saja rasanya tidak enak. Peneliti mengungkapkan penolakan bisa membuat orang benar-benar merasakan sakit.

Ilmuwan menemukan secara harfiah penolakan yang dilakukan oleh pasangan atau lingkungan memang menyakitkan.

Hal ini karena segala pengalaman dan memori yang berhubungan dengan seseorang yang menolak itu akan berusaha dihilangkan, sehingga memicu pengaktifan daerah di otak yang berhubungan dengan sensasi sakit di fisik.

Selama berabad-abad orang-orang menggunakan kata 'sakit' yang sama untuk menggambarkan penderitaan mental serta fisik yang dirasakannya. Kondisi ini menyebabkan peneliti bertanya-tanya apakah hal tersebut terjadi pada daerah otak yang sama.

"Secara harfiah penolakan memang sakit sehingga membuat kita ingin menghindari penolakan," ujar Edward Smith, ilmuwan saraf kognitif dari Universitas Columbia di New York, seperti dikutip dari Foxnews, Rabu (30/3/2011).

Smith menemukan bahwa rasa sakit akibat rasa emosional yang kuat bisa mengaktifkan jalur saraf yang sama seperti seseorang merasakan rasa sakit secara fisik.

Ilmuwan meneliti 40 orang yang mengalami penolakan dengan melakukan scan pada daerah otaknya. Peneliti menemukan bahwa rasa sakit emosional baik itu perasaan ditolak, sedih atau berduka atas kehilangan orang yang dicintai bisa masuk ke dalam jaringan saraf yang sama ketika seseorang benar-benar sakit.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penolakan memang benar-benar membuat orang sakit selayaknya rasa sakit yang muncul difisik.

"Tapi saya tidak merekomendasikan konsumsi aspirin untuk rasa sakit tersebut, karena satu jam kemudian Anda mungkin mulai memikirkan orang itu lagi yang bisa memicu rasa sakit kembali," ujar Smith.

Hasil temuan ini telah dipublikasikan secara online pada 28 Maret 2011 dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

3 Langkah Untuk Kehidupan Seks Yang Menyenangkan



Eya Ekasari - wolipop

img
dok. Thinkstock
Jakarta - Perasaan khawatir, malu dan canggung seringkali menghampiri para pasangan baru saat akan bercinta. Agar kegiatan intim menjadi lebih menyenangkan, ada tiga hal yang perlu Anda lakukan, seperti yang dikutip dari Times of India.

1. Lakukan kegiatan 'before-play'
Jarang melakukan hal-hal yang romantis, bisa membuat Anda atau pasangan lebih canggung, malu atau bahkan kehilangan mood bercinta. Sambut pasangan dengan pelukan dan pijatan mesra sehabis pulang kantor untuk menstimulasi gairah bercintanya.

Jangan berharap bahwa pasangan bisa membaca pikiran. Minta padanya untuk memberikan Anda pujian dan kata-kata romantis lainnya, dengan begitu gairah untuk melakukan foreplay pun akan meningkat.

2. 'Panaskan' suasana
Lakukan hal-hal seksi seperti berendam di bathub yang dilengkapi oleh cahaya lilin, atau mandi bersama dengan pancuran air hangat. Ketika Anda saling memanjakan diri satu sama lain, gairah sensual pun akan meningkat dan membuat Anda tak sabar untuk bercinta.

3. Cari tahu apa yang diinginkannya
Jika pasangan Anda merupakan salah satu orang yang tertutup dan malu mengutarakan keiinginannya di tempat tidur, Andalah yang harus mencari tahu. Tanyakan padanya 'apakah kamu menyukai jika aku  menyentuh pangkal paha terlebih dulu atau langsung pada mr happy?'.

Saat Tubuh Mulai 'Rewel'


Vera Farah Bararah - detikHealth



img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Seiring bertambahnya usia maka tubuh pun mengalami beberapa perubahan tidak lagi gagah tapi sering muncul keluhan alias mulai rewel. Keluhan yang muncul hampir dari seluruh organ dan indra tubuh.

Tubuh manusia adalah organisme yang kompleks dengan segala hal yang harus seimbang dan jutaan reaksi kimia kompleks yang berfungsi mendukung kehidupan serta pertumbuhan.

Perubahan yang terjadi di dalam tubuh bisa menentukan berapa lama seseorang hidup, kecenderungan terhadap penyakittertentu saat usia semakin bertambah dan seberapa sehat tubuh seseorang pada usia tertentu.

Seiring bertambahnya usia seseorang maka ada beberapa perubahan yang terjadi di dalam tubuh manusia, seperti dikutip dari abouthumangrowthhormone.com, Rabu (30/3/2011) yaitu:

Memori dan kognitif
Pada usia 50 atau 60 tahun terjadi perubahan kecil dalam fungsi intelektual yang mulai terlihat. Fungsi intelektual yang melibatkan kemampuan kompleks seperti penalaran abstrak atau memecahkan masalah menjadi hal yang sulit karena kecepatan neuron mengirimkan informasi akan melambat. Hal ini berarti pengolahan informasi menjadi kurang efisien dari waktu ke waktu.

Rangka tulang dan otot
Kekuatan dan puncak massa otot mulai terjadi antara usia 20-30 tahun dan kemudian secara bertahap mulai menurun. Proses penurunan ini bisa dipercepat oleh gaya hidup yang tidak aktif. Pada usia 40 tahun ukuran pinggang mulai meningkat karena otot berubah menjadi lemak dan usia 60 tahun mulai mengalami penyusutan akibat adanya kompresi vertebral.

Jantung, paru-paru dan saluran cerna
Terjadi penurunan secara bertahap dalam hal kapasitas paru-paru dan jantung seiring bertambahnya usia setelah melewati 30 tahun, karenanya risiko jantung dan stroke akan meningkat seiring bertambahnya usia dan proses ini bisa lebih cepat terjadi pada orang yang memiliki pola hidup tidak sehat.

Selain itu seiring bertambahnya usia pergerakan usus untuk mencerna makanan semakin melambat, jumlah albumin (blood protein) menurun, ginjal dan fungsi hati mulai menurun sehingga obat-obatan lebih sulit dibersihkan pada orang tua yang membuat reaksi toksik atau efek samping obat lebih umum terjadi.

Kulit dan rambut
Perubahan yang terjadi pada kulit adalah mulai berkerut akibat hilangnya lapisan lemak subkutan dan melemahnya struktur kolagen yang mendasarinya. Sedangkan untuk rambut akan menjadi lebih tipis.

Penglihatan dan pendengaran
Sekitar usia 40 tahun mata akan mulai mengalami kehilangan kemampuan untuk mengakomodasi atau membentuk kembali lensa yang membantu seseorang tetap fokus pada objek di dekatnya. Hal ini karena lensa mata akan fleksibel saat lahir, tapi makin lama mulai mengeras dan tumbuh kuning dari waktu ke waktu.

Kehilangan fleksibilitas ini bisa berkontribusi pada kondisi presbiopia dan membutuhkan bantuan kacamata. Sedangkan pada usia 30 tahun umumnya fungsi pendengaran mulai terpengaruh, terutama dalam hal kemampuan membedakan suara.

Minggu, 27 Maret 2011

henny indriany

i'm only a little woman with little hope.  live in indonesia, without anyone.  nothing else.....realy i'm nothing!http://www.bux4ad.com/aft/e869a6c1

henny indriany

i'm only a little woman with little hope.  live in indonesia, without anyone.  nothing else.....realy i'm nothing!